Selasa, 27 Oktober 2009

Danau Toba

Danau Toba adalah danau terluas di Indonesia. Bahkan kabarnya, Danau Toba adalah danau vulkanik terluas di dunia. Mengapa Danau Toba digolongkan sebagai danau vulkanik? Konon katanya, Danau Toba terjadi akibat letusan gunung supervulkano yang diberi nama Gunung Toba Tua ribuan tahun silam. Saking dahsyatnya ledakan tersebut, dikabarkan populasi manusia di bumi menyusut sebanyak 60% (bayangkan dahsyatnya). Dan menurut perkiraan para ahli (masih perdebatan) letusan inilah yang mengakibatkan berakhirnya zaman es.

Di tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau vulkanik yang diberi nama Pulau Samosir. Di pulau ini berdiam dan berkembang kebudayaan batak, terutama batak toba. Saat ini Samosir telah berkembang menjadi salah satu daerah kunjungan wisata di Danau Toba selain Parapat. Di Samosir terdapat penginapan-penginapan, penjualan-penjualan cendera mata khas batak, bahkan terdapat peninggalan-peninggalan purba suku batak.


Suhu di daerah Danau Toba relatif sejuk dan cukup dingin di malam hari. Maklum saja, danau ini berada di daerah pegunungan, ibarat mangkuk berisi air di puncak bukit. Masalah penginapan tidak perlu dicemaskan, di Parapat (kota di tepi Danau Toba) terdapat banyak wisma dan hotel berbagai kelas. Kunjungan teramai setiap tahun terjadi ketika digelar perhelatan Pesta Danau Toba. Selamat berkunjung ke Danau Toba. HORAS !!!








Jumat, 23 Oktober 2009

Bromo



Bromo adalah sebuah gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.392m di atas permukaan laut. Gunung ini terdapat di wilayah Jawa Timur. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan sambung menyambung antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.



Bagi penduduk Bromo, yakni Suku Tengger, Gunung Bromo dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara, lantas dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Dari puncak Gunung Bromo para pendaki dapat memandang dan menikmati terbit dan tenggelamnya matahari yang memperlihatkan keindahan alam yang luar biasa. Kondisi udara di Gunung Bromo segar dan dingin (5-8 derajat celcius).

Untuk mencapai Gunung Bromo terdapat 4 pintu gerbang yang dapat dilalui, Desa Cemorolang jika melalui jalur Probolinggo, Wonoktiri jika melalui jalur Pasuruan, Desa Ngadas jika melalui jalur Malang, dan Desa Burno jika melalui jalur Lumajang.


Tak perlu mengkhawatirkan persoalan penginapan. Di sekitar areal Taman Nasional Bromo terdapat berbagai losmen dan hotel berbagai kelas dengan tarif yang rata-rata terjangkau.